top of page

Kita membutuhkan solusi sistem pengelolaan sampah

yang dirancang sesuai dengan kondisi lokal

Sebuah kunci untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah adalah dengan mengembangkan perencanaan sistem pengelolaan sampah lokal yang kuat. Otoritas lokal dapat merencanakan target, jadwal untuk penganggaran dan penentuan tanggung jawab serta sistem pengelolaan sampah yang dapat dibiayai untuk tahun-tahun mendatang. Perencanaan sistem pengelolaan sampah lokal disesuaikan dengan kondisi setempat termasuk kondisi geografis, kependudukan, struktur ekonomi, tanggung jawab dan pengelolaan sampah setempat. Kami percaya bahwa tidak ada “satu solusi cocok untuk semua” dalam pengelolaan sampah. Kami menggunakan pendekatan 7 langkah ISWM dalam perencanaan sistem pengelolaan sampah dan proses pelibatan pemangku kepentingan. Dalam pendekatan ini, para pemangku kepentingan, pengguna layanan dan institusi lokal, membuat keputusan dan memilih sistem yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

 

01

Mengatur proses perencanaan

 

03

Menyusun faktor perencanaan

05

Menyusun dan validasi dokumen perencanaan ISWM

07

Menyusun rencana pemantauan

diagram_1 copy.png
diagram_2 copy.png
diagram_3 copy.png
diagram_4 copy.png
diagram_5 copy .png
7 steps_6.png
7 steps_7.png

02

Menyusun data baseline

 

04

Menyusun skenario dan pemodelan

06

Menyusun rencana aksi

PENGELOLAAN SAMPAH YAtNG TERINTEGRASI DAN BERKELANJUTAN (ISWM)

PAKET PEKERJAAN

Bagaimana kami mengembangkan dan menjaga
solusi sistem pengelolaan sampah

diagram-04.png

Perencanaan Sistem Pengelolaan Sampah didukung dengan interaksi digital antara peserta dan tim ahli

02

01

Pelatihan kepada Pemangku Kepentingan Untuk Perencanaan Sistem Pengelolaan Sampah

 

03

Mendukung program untuk meningkatkan daur ulang sampah

istock (1) Tarutao-national-park,-Thaila

MENGGERAKKAN MASYARAKAT 

Di Indonesia

Indonesia adalah pencemar sampah plastik ke lautan terbesar kedua di seluruh dunia. Dengan populasi sekitar 275 juta, Indonesia menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tidak terkelola setiap tahunnya.

 

Indonesia juga dianggap sebagai salah satu dari lima negara penghasil setengah sampah plastik lautan berasal, dan hal ini perlu tindakan cepat agar memberikan dampak yang lebih besar. Mengatasi masalah ini menjadi agenda utama nasional.

 

Proyek CLOCC bekerja di Bali dan Banyuwangi, dimana kami melakukan peningkatan kapasitas kepada pemangku kepentingan lokal untuk mencapai perbaikan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

India adalah negara selanjutnya dari Proyek CLOCC.

bottom of page